Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Foto : Yanto Eluay, tokoh adat yang juga Ketua Umum Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) Papua

Yanto Eluay Nilai Kepres Subjektif, Hasilkan Dualisme Sekda 

SENTANI, semuwaberita.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, melantik Dance Yulian Flassy sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua definitif. Sementara Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, mengangkat dan melantik Doren Wakerkwa sebagai Penjabat (Pj) Sekda Papua, di Gedung Negara (GN), Jayapura. Kedua peristiwa tersebut berlangsung pada hari yang sama yakni Senin (1/3).

Tokoh Adat Papua, Yanto Eluay, menilai adanya dualisme Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, karena Keputusan Presiden (Keppres) terkait penetapan Sekda Papua yang dikeluarkan itu dinilai subjektif.

"Kita sebagai tokoh adat dalam menjaga stabilitas politik dan juga stabilitas keamanan di Papua, supaya penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan. Maka kami telah ingatkan presiden agar berhati-hati dalam memutuskan sesuatu atau mengeluarkan keputusan menyangkut jabatan-jabatan di Papua" kata Yanto.

Pihak adat menghimbau kepada seluruh pihak, bahwa ini domainnya pemerintah pusat dan daerah Provinsi Papua. Hal ini menunjukkan ada  miss komunikasi.

Yanto menegaskan, agar tidak boleh ada pihak yang menyatakan ini untuk mengadu domba masyarakat Papua seolah-olah Dance Yulian Flassy dilantik sebagai Sekda Papua oleh Mendagri itu mewakili masyarakat Papua dari pantai, sedangkan Doren Wakerkwa representasi masyarakat dari Pegunungan.

"Kita bicara nasionalisme siapapun yang menjadi Sekda itu mempunyai rasa nasionalisme Indonesia. Doren Wakerkwa ini adalah salah satu putra dari tokoh-tokoh yang terlibat dalam Pepera atau terlibat memutuskan Papua (Irian Barat) menjadi bagian integral NKRI.  tegas Ondofolo kampung Sereh ini.(Irf)

Copyright © 2020 Semuwaberita.com