A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: helpers/idkategori_helper.php

Line Number: 28

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: helpers/idkategori_helper.php

Line Number: 59

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: helpers/idkategori_helper.php

Line Number: 106

Satu Jenazah Penambang yang Dianiaya OTK di Pegubin Diterbangkan ke Sanger Talaud
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Foto : Jenazah korban penganiayaan di lokasi tambang Kampung Kawe, disemayamkan di RSUD Tanah Merah/Humas Polda Papua

Satu Jenazah Penambang yang Dianiaya OTK di Pegubin Diterbangkan ke Sanger Talaud

Jayapura, semuwaberita.com - Jenazah Lius Kawangon (33), salah satu korban tewas akibat penganiayaan Orang tak dikenal (Otk) di lokasi pertambangan emas tradisional Kampung Kawe, Distrik Distrik Awimbon Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Minggu (27/08) kemarin, akan  diterbangkan menuju kampung halamannya di Sanger Talaud, Sulawesi Utara pada Selasa (29/08/2023) besok.

Ini disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ign Benny Adi Prabowo kepada wartawan di Jayapura, Senin sore.

"Jenazah Lius Kawangon (33) telah dibawa melalui jalur darat dari Tanah Merah (Boven Digul) menuju Merauke. Selanjutnya pada Selasa (29/08/2023) besok, akan diterbangkan menuju kampung halamannya, di Sanger Talaud,” ujar Kabid Humas.

Sedangkan jenazah Joli Untuh (41) dimakamkan di pemakaman umum Bosowa Lama Tanah Merah.

Lalu lima korban luka akibat sabetan parang, lanjut Benny, saat ini masih dirawat di RSUD Tanah Merah.

Lima korban tersebut yaitu Okniel Budia (45) alami luka sabetan di bagian leher, Jhon Markus (49) luka sabetan di leher, Rafles (56) luka sabetan di leher, Ardiansya Salilo (29) luka sabetan di leher dan paha, dan Jefri Fernando Barulian (21) luka sabetan pada bahu.

Kombes Benny menegaskan, saat ini aparat Kepolisian dari Polres Pegunungan Bintang masih melakukan penyelidikan terkait motif dari penganiayaan tersebut.(Irn)

Copyright © Semuwaberita.com | Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media