Jayapura, semuwaberita.com - Gubernur Provinsi Papua, Mathius D. Fakhiri, menyampaikan apresiasi kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua atas kinerja mereka menjaga stabilitas harga di Papua sepanjang 2025.
Menurut data BPS, laju inflasi Papua pada Oktober 2025 tercatat 0,53 persen (year-on-year), sementara secara umum inflasi Papua masih berada dalam rentang ideal 2,5 persen ± 1 persen, yang dinilai menguntungkan bagi produsen maupun konsumen.
Apresiasi ini disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi TPID se-Provinsi Papua di Hotel Aston, Kota Jayapura, Rabu (26/11/2025). Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa stabilitas inflasi ini tidak lepas dari sinergi antar instansi serta upaya TPID dalam mengamankan pasokan kebutuhan pokok, terutama menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru.

“TPID bergerak cepat merespons setiap lonjakan harga melalui operasi pasar. Ini bukti sinergi yang berjalan baik,” ujar Gubernur.
Ia berharap pola koordinasi seperti ini dapat ditiru oleh TPID Kabupaten/Kota, mengingat pemerintah pusat terus memantau perkembangan inflasi setiap minggu melalui Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, Gubernur kembali menekankan arahan Presiden mengenai pemenuhan swasembada pangan lokal, termasuk Gerakan menanam komoditas pangan strategis. Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan lahan perkantoran hingga pekarangan rumah untuk menanam cabai, sayuran hidroponik, atau komoditas lain yang dapat menekan volatilitas harga.

Melalui rakor ini, Gubernur meminta TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menyusun roadmap pengendalian inflasi, memetakan komoditas unggulan daerah, serta melakukan kajian mendalam terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap kebutuhan stok pangan.
Sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Setda Papua, Andri dalam laporannya, menjelaskan bahwa rakor ini digelar untuk menyelaraskan kebijakan pengendalian inflasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia Papua, TPID Provinsi Papua, dan BPS Papua.
“Harapan kami, rakor ini menghasilkan komitmen bersama serta memperkuat koordinasi antarwilayah dan antar-sektor dalam menjaga inflasi Papua tetap stabil,” harapnya.(irn)








