Jayapura, semuwaberita.com - Bawaslu Provinsi Papua bakal merekrut sebanyak 3.000 lebih pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Meski begitu, ada tantangan dalam pemenuhan kuota pengawas ini.
Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Hardin Halidin kepada wartawan di Jayapura, Selasa (11/07) menyebut, tantangan dalam perekrutan tersebut adalah kebutuhan penyelenggara dan pengawas ad hoc yang besar. Kondisi ini membuat pihak terkait tentunya berebut Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah setempat.
“Contohnya Kota Jayapura yang memiliki 940 TPS. Bayangkan saja, 18 Parpol harus rekrut orang jadi saksi, lalu KPU juga rekrut penyelenggara pemilu ad hoc, bawaslu juga rekrut satu pengawas per TPS. Coba dikalikan saja kebutuhan SDM berapa banyak,” ujar Hardin.
Meski begitu, kata Hardin, sosialisasi yang masif dan syarat usia minimal untuk pengawas TPS yang semakin rendah diharapkan memudahkan perekrutan. Dengan demikian ruang bagi mahasiswa menjadi pengawas TPS semakin terbuka.
“Saat ini syarat usia minimal menjadi pengawas TPS yaitu 20 tahun. Ini membuka ruang lebih banyak terutama bagi mahasiswa yang bisa dioptimalkan mejadi pengawas TPS,” sebutnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Papua, Amandus Situmorang menyatakan, kondisi tersebut memang akan dicermati baik oleh pihaknya. Hal ini agar kesiapan SDM yang dibutuhkan untuk mengawasi di TPS memenuhi kuota yang ada.
“Memang pada pemilu sebelumnya dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menyiapkan pengawas TPS, karena KPU juga mencari penyelenggara pemilu ad hoc,” ujar Amandus.(Irn)