Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Foto : Plt Ketua PWI Papua, Hans Bisay./Istimewa

PWI Papua: Desak Polisi Ungkap Pelaku Teror Jurnalis Victor Mambor

JAYAPURA, semuwaberita.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua mendesak Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri serta jajarannya segera mengungkap pelaku teror terhadap jurnalis yang juga Pemimpin Umum Tabloid Jubi, Victor Mambor di Kota Jayapura. 

Kasus ini disarankan harus mendapat penanganan khusus dari Polda Papua.

"Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara tuntas dan membawa pelakunya ke peradilan untuk mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya," ujar Pelaksana Tugas Ketua PWI Papua, Hans Bisay di Kota Jayapura, Jumat (23/4) sore.

PWI juga mengingatkan kepada semua elemen masyarakat di Papua untuk menghormati dan menghargai karya jurnalistik.

Diketahui, teror psikologis dengan perusakan mobil Isuzu DMax (double cabin) milik Mambor yang diparkir di tepi jalan di samping rumahnya, didapati telah dirusak oleh orang tak dikenal pada Rabu (21/4) dini hari. Diperkirakan, perusakan terjadi antara pukul 00.00 hingga pukul 02.00 WIT.

Hans berpendapat, apabila pelaku dalam kasus teror terhadap wartawan Victor Mambor tidak juga terungkap, maka akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers di Tanah Papua.

PWI Papua mencatat, kasus kekerasan intimidasi wartawan di Bumi Cenderawasih dari waktu ke waktu terus meningkat. Ironisnya, sebagian besar dari kasus kekerasan dan teror terhadap jurnalis tidak pernah terungkap pelakunya.

"Apabila ada pemberitaan atau informasi yang disampaikan wartawan tidak berkenaan, maka pihak-pihak yang merasa dirugikan bisa menggunakan Hak Jawab dan Koreksi sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999," ujar Hans.

Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat dan para pihak yang tak senang terkait pemberitaan, untuk tidak menggunakan cara-cara yang tidak demokratis dan menghambat kebebasan pers. 

"Wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang-undang, Kode Etik Jurnalistik, dan regulasi lain yang sah di NKRI," tegas Hans.

Meski demikian, PWI mengimbau segenap wartawan di Papua agar menegakkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) ketika menjalankan tugas-tugas jurnalistik.(Hara)

Copyright © 2020 Semuwaberita.com